Jumat, 02 Desember 2016

KIRIM SURAT FATIKAH DI PETILASAN “EYANG SEKARDANGAN” PAPUNGAN, KANIGORO, BLITAR



Alamat: Jl. Masjid Baitul Makmur Sekardangan RT. 03 RW. 09, Gang Gedung Muslimat Nahdlatul Ulama, Papungan, Kanigoro, Blitar. Kode Pos. 66171 Jawa Timur.

Oleh: Arif Muzayin Shofwan
“Tulislah apapun yang bisa Anda tulis, siapa tahu bermanfaat”
(Anomin)

Sudah menjadi tradisi bagi warga dusun Sekardangan, desa Papungan, kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar bahwa setiap Selasa Kliwon (Anggara Kasih) bulan Muharram (Suro) selalu mengadakan kirim leluhur kepada para cikal bakal dusun Sekardangan, di antaranya: (1) Mbah Kyai Purwoto Siddiq atau Kyai Buyut Banyubiru; 92) Mbah Nyai Gadhung Melati atau Nyai Raden Ajeng Kardinah; (3) Rara Tenggok atau Rara Sekar Rinonce. Selain itu, ada banyak lagi kirim doa surat al-Fatikah yang ditujukan kepada beberapa tokoh yang mbabat dusu Sekardangan, di antaranya: (1) Mbah Kyai Raden Atmo Setro; (2) Mbah Kyai Raden Tirto Sentono; (3) Mbah Kyai Raden Setro Kromo; (4) Mbah Kyai Hasan Muhtar; (5) Mbah Kyai Abu Yamin; (6) Mbah Kyai Barnawi; (7) Mbah Kyai Wongsopuro; dan (8) Mbah Kyai Bontani.

Tak jauh dari hal di atas, ada beberapa tokoh yang perlu dikirimi hadiah fatikah di dusun Sekardangan, di antaranya: (1) Mbah Kyai Imam Fakih; (2) Mbah Kyai Hasan Thohiran; (3) Mbah Kyai Zainuddin; (4) Mbah Kyai Ahmad Dasuqi; (5) Mbah Kyai Abu Bakar. Dan khususnya lagi para tokoh yang tidak bisa disebutkan satu-persatu dalam tulisan ini. Selebihnya, fatikah ditujukan kepada semua warga dusun Sekardangan mulai awal hingga akhir, muslimin-muslimat, mukminin-mukminat yang mudah-mudahan dosa mereka semua diampuni oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Berikut adalah sekilas fatikah khusus dan umum dalam acara ritual bersih dusun yang berada di “Petilasan Eyang Sekardangan” di Jl. Masjid Baitul Makmur Sekardangan RT. 03 RW. 09, Papungan, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur.

A.    TOKOH CIKAL BAKAL DUSUN SEKARDANGAN

1.    Mbah Kyai Purwoto Siddiq (Kyai Buyut Banyubiru/ Ki Kebo Kanigoro) makam di Sukoharjo. Al-Fatikah...
2.    Mbah Nyai Gadhung Melati (Nyai Kardinah) makam di Sukoharjo. Al-Fatikah...
3.    Mbah Rara Tenggok (Rara Sekar Rinonce/ Endang Widuri) makam di Sukoharjo. Al-Fatikah...
Keterangan: Ketiga tokoh inilah yang sering disebut “Mbah Sekardangan” atau “Eyang Sekardangan” oleh warga dusun Sekardangan.

B.    TOKOH DAN ULAMA YANG MBABAT DUSUN SEKARDANGAN

1.    Mbah Kyai Raden Atmo Setro makam di desa Gaprang. Al-Fatikah...
2.    Mbah Kyai Raden Tirto Sentono makam di dusun Sekardangan. Al-Fatikah...
3.    Mbah Kyai Raden Setro Kromo makam di dusun Sekardangan. Al-Fatikah...
4.    Mbah Kyai Hasan Muhtar makam di desa Gaprang. Al-Fatikah...
5.    Mbah Kyai Abu Yamin makam di desa Gaprang. Al-Fatikah...
6.    Mbah Kyai Barnawi makam di dusun Sekardangan. Al-Fatikah...
7.    Mbah Kyai Wongsopuro makam di barat Masjid Baitul Makmur Sekardangan. Al-Fatikah...
8.    Mbah Kyai Bontani makam di barat Masjid Baitul Makmur Sekardangan. Al-Fatikah...

C.    TOKOH DUSUN SEKARDANGAN GENERASI BERIKUTNYA

1.    Mbah Kyai Imam Fakih makam di barat Masjid Baitul Makmur Sekardangan. Al-Fatikah...
2.    Mbah Kyai Hasan Thohiran makam di Sekardangan. Al-Fatikah...
3.    Mbah Kyai Zainuddin makam di Sekardangan. Al-Fatikah...
4.    Mbah Kyai Abdurrahman makam di Sekardangan. Al-Fatikah...
5.    Mbah Kyai Ahmad Dasuqi makam di Sekardangan. Al-Fatikah...
6.    Mbah Kyai Abu Bakar makam di Sekardangan. Al-Fatikah...
7.    Dan semua yang tak bisa disebutkan satu-persatu (Bisa ditambah sendiri).

Semoga dusun Sekardangan selalu diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam pribahasa Jawa disebutkan  “DESA MAWA CARA NEGARA MAWA TATA” artinya setiap tempat memiliki cara atau adat-istiadat sendiri-sendiri.

Demikian beberapa hal yang bisa saya tulis mengenai bersih dusun Sekardangan. Ada kurang lebihnya saya minta maaf sebesar-besarnya. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa memaafkan segala kesalahan saya, baik yang saya sengaja maupun yang tidak saya sengaja.

Act good things to clean up the evil deeds
(Berbuatlah amal kebajikan untuk membersihkan kejahatan)

“Sluman, slumun, slamet. Selameto lek ngemongi jiwo rogo”
(Semoga dalam situasi dan kondisi apapun mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan. Yakni, selamat dalam mengasuh jiwa dan raga masing-masing)

Petilasan Eyang Sekardangan (Kyai Purwoto Siddiq, Nyai Gadhung Melathi, dan Rara Tenggok) berada di Barat Masjid Baitul Makmur Sekardangan berjarak kurang lebih 200 meter yang biasa dipakai kirim surat al-Fatikah kepada para leluhur Sekardangan setiap Selasa Kliwon bulan Muharram (Suro)
 
Denah kediaman dan lingkungan Eyang Sekardangan pada zaman dulu informasi dari para sesepuh seperti Mbah Markalam, Mbah Mayar, Mbah Kusaini, dan lain-lainnya.
Tanda arah menuju kolam petilasan yang di pakai Eyang Sekardangan pada zaman dulu



Tentang Penulis
Arif Muzayin Shofwan, seorang pria yang memiliki hobi perpetualang dalam samudra dan benua ilmu pengetahuan ini beralamatkan di Jl. Masjid Baitul Makmur Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur. Pria yang kesehariannya belajar, mengajar, diskusi, mengaji, meneliti, menulis, membaca, menyadari, mengamati, mewaspadai, dan berbagai pekerjaan lain yang tak bisa dijelaskan tersebut dapat dihubungi di nomor HP. 085649706399.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar